Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa

  • 10 Agustus 2018
  • Dibaca: 639 Pengunjung
Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa

SELAT – Sosialisasi desa wisata dalam program Kuliah Kerja Nyata(KKN)yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Udayana,kamis 9 Agustus 2018bertempat di kantor Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.Kegiatan yang berlangsung sekitar 2 jam itu dimulai dari pukul 08:00 wita. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Selat, I Ketut SubadrajugadidampingiKetua BPD Desa Selat, I Made Sucita. Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana I Nyoman Sunarta bersama I Made Adikampana dari Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dan Made Sukana dari Dosen Program Studi S1 Detinasi Pariwisata sebagai narasumber. PKK se-desa Selat dan Sekaa Teruna-Teruni se-desa Selattampak hadir dalam acara tersebut. Sebelum sosialisasi desa wisata dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Selat, beliau menyampaikan mohon permakluman kepada para undangan yang hadir pada sosialisasi tersebut, karena Perbekel Desa Selat I Made Semawan berhalangan hadir pada kegiatan sosialisasi desa wisata, dikarenakan Perbekel Desa Selat mengikuti rapat Evaluasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sekretaris Desa Selat I Ketut Subadra pada saat berjalannya sosialisasi memaparkan, pada awalnya sekitaran tahun 1945 wilayah Desa Selat, Gerana, dan Sangeh menjadi satu Desa Adat dengan pusat Pemerintahan Dinas di Sangeh. Mengingat wilayah Sangeh yang luas dan penduduknya yang padat, melalui Surat Keputusan Bupati Badung No. 342 Tahun 2002 Tanggal 12 Maret 2002. Desa Dinas Sangeh dimekarkan menjadi dua Pemerintahan Dinas yaitu Desa Sangeh dan Desa Selat. Desa Selat merupakan desa/kelurahan dinas yang terdapat di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Selain pemimpin secara kedinasan, Desa Selat juga dipimpin oleh Bendesa (untuk Desa Adat). Batas wilayah Desa Selat yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Adat Samuan Kecamatan Petang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Adat Blahkiuh, sebelah barat berbatasan dengan Desa Adat Sangeh, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Adat Punggul. Luas dari wilayah Desa Selat yaitu 2,21 KM2 dengan jumlah penduduk 2.376 jiwa di tahun 2017. Secara umum penduduk Desa Selat sebagian besar bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan sisanya berpropesi pegawai swasta, PNS dan wiraswasta.

Setelah mendengar penyampaian Sekretaris Desa Selat, I Nyoman Sunarta memaparkan, Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki 70.000 desa. Hal ini membuat Indonesia memiliki berbagai ragam budaya, adat istiadat, dan bahasa. Banyak daerah yang terdapat di dalam Negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam, budaya, arsitektur tradisionalnya yang etnik dan menarik sehingga bisa dijadikan sebagai suatu potensi wisata, khususnya di pulau Bali. Eksistensi desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut. I Nyoman Sunarta sempat menyarankan kepada masyarakat Desa Selat agar memanfaatkan desa wisata berbasis kerajinan, desa wisata berbasis seni budaya, desa wisata berbasis pertanian, dan desa wisata berbasis nuansa alam. Selain itu juga diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas masyarakat dalam menggali potensi desa khususnya di Desa Selat. SementaraI Made Adikampana menyarankan Penerapan Hospitaliti di Desa Wisata khususnya di Desa Selat dan pemanfaatan agrowisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait (misalkan silo dan kandang) yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Bukan hanya agrowisata saja yang diterapkan, Ekowisata juga perlu diterapkan dalam kegiatan wisata yang bertanggung jawab terhadap alam, memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesadaran lingkungan. Manfaat ekowisata berdampak dalam berbagai aspek, manfaat tersebut meliputi aspek konservasi, pemberdayaan dan pendidikan lingkungan. Maka dari itu masyarakat di Desa Selat harus bisa memanfaatkan lahan perkebunan/pertanian, sungai dan perumahan sebagai destinasi wisata di Desa Selat. Disisi lain, Made Sukana memaparkan destinasi wisata adalah suatu kawasan spesifik yang dipilih oleh seseorang pengunjung yang mana ia dapat tinggal dalam waktu tertentu baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Nah, hal inilah yang harus menjadi motivasi bagi kita khususnya masyarakat Desa Selat untuk memperkenalkan kepada publik setiap titik daerah asal kita yang memiliki keindahan alam meliputi pemandangan, perkebunan, persawahan, sungai, perumahan dan segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata untuk semua kalangan. Jelasnya, ketiga narasumber dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Selat yang hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut, tentang pengembangan desa wisata yang berjalan selama kurun waktu 1 setengah jam.

Sekretaris Desa Selat I Ketut Subadra ketika ditemui seusai kegiatan mengatakan, “Terimakasih kepada para narasumber yang sudah memberikan pemahaman kepada kami khususnya masyarakat di Desa Selat tentang bagaimana caranya mengembangkan desa wisata di desa kami. Dan saya serta masyarakat di Desa Selat berharap kedepannya desa kami bisa memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi pertanian/perkebunan, seni budaya, nuansa alam dan segala sesuatu yang dapat dijadikan destinasi wisata untuk menarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing berkunjung ke desa kami, serta dari terciptanya desa wisata ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Selat”. Jelasnya

(003/KIM-SLT)

  • 10 Agustus 2018
  • Dibaca: 639 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita